Ilah yang dimaksud adalah kepentingan yang tidak begitu penting tetapi dapat mengalahkan ibadah kita kepada Allah.

Kontributor: Deffy RuspiyandyBandung-Bertempat di Mesjid Salman ITB Bandung (14/3) berlangsung Ceramah Dhuha bersama Ustad Aam Amirudin (Majelis Percikan Iman).


Acara yang dihadiri ratusan kaum muslimin dan membahas persoalan aqidah. Aqidah begitu penting untuk diperhatikan terlebih saat ini fenomena syirik begitu menjamur di sekitar kita dan cukup bahaya bila dibiarkan berkembang. Aqidah yang salah ujung-ujungnya segala ibadah yang dilakukan akan semakin tiada berarti karena ditolak Allah SWT.

Fenomena takhayul, bid'ah dan khurafat kendati sudah memasuki zaman yang dikatakan maju tetapi tetap saja hal itu diakui oleh sebagian masyarakat kita.

"Kemusyrikan di sekitar kita dan keberadaannya seolah-olah merajalela. Inilah problem yang dihadapi umat Islam," terang Aam Amirudin pada kesempatan tersebut.

Menurutnya, inti ibadah yang dilakukan adalah La ilaha ilallah (tiada tuhan selain Allah). Akan tetapi pada kenyataannya banyak orang yang menjadikan ilah selain Allah.

Ilah yang dimaksud adalah kepentingan yang tidak begitu penting tetapi dapat mengalahkan ibadah kita kepada Allah.

"Berhala pada saat ini sepertinya sudah tidak ada, namun yang ada adalah segala sesuatu yang membuat kita kadang berpaling agar kita meninggalkan apa yang diperintahkan-Nya dan menjauhi apa yang dilarang-Nya yang ujung-ujungnya malah berdosa besar karena justeru menyekutukan Allah," tegasnya.

Ada baiknya kaum muslimin sendiri untuk selalu berpegang teguh pada ajaran Islam dan mengacu kepada al-Quran dan as-Sunnah sehingga kita akan terhindar dari kesesatan yang bisa merugikan.

Tuhan hanya satu, la ilaha ilallah adalah inti ibadah kita karenanya upayakan untuk mengutamakan Allah dalam segalanya sehingga ibadah yang dilakukan akan mendapat pahala dan ridho dari Alklah SWT.